Teknik komunikasi terapeutik
1. Mendengar aktif
2. Mendengar pasif adalah kegiatan mendengar dengan kegiatan non verbal untuk klien
3. Penerimaan
Menunjukkan penerimaan berarti kesediaan mendengar tanpa menunjukkan keraguan atau ketidaksetujuan. Sehingga, tenaga kesehatan harus sadar terhadap ekspresi non verbal. Bagi tenaga kesehatan perlu menghindari : memutar mata ke atas, menggelengkan kepala, menurut/memandang dengan muka masam pada saat berinteraksi dengan klien.
Beberapa cara untuk menunjukkan penerimaan (Potter & Perry,1993):
a. Mendengar tanpa memotong pembicaraan
b. Menyediakan umpan balik yang menunjukkan pengertian
c. Yakin bahwa tanda non verbal sesuai dengan verbal
d. Hindari mendebat, mengekspresikan keraguan atau usaha untuk merubah pikiran klien.
Tujuh cara untuk memfasilitasi agar memperoleh kemampuan “penerimaan” (Bolton cit Rungapadiachy,1999):
a. Tidak seorangpun dapat diterima secara sempurna
b. Beberapa orang cenderung lebih diterima daripada orang lain
c. Tingkat penerimaan seseorang terus menerus berganti
d. Adalah sangat alami untuk mempunyai sesuatu yang difavoritkan.
e. Setiap orang dapat lebih menerima
f. Penerimaan yang berpura-pura adalah suatu hal yang berbahaya untuk suatu hubungan interpersonal.
g. Penerimaan tidak sama dengan persetujuan.
Prinsip yang harus diterapkan oleh fisioterapis pada komunikasi terapeutik adalah:
1. Hindari komunikasi yang terlalu formal atau tidak tepat.
2. Ciptakan suasana yang hangat, kekeluargaan.
3. Hindari interupsi, atau gangguan yang timbul akibat dari lingkungan yang gaduh
4. Hindari respon dengan kata hanya “ya atau tidak”. Respon tersebut akan mengakibatkan tidak berjalannya komunikasi dengan baik, karena fisioterapis kelihatan kurang tertarik dengan topik yang dibicarakan dan enggan untuk berkomunikasi.
5. Jangan memonopoli pembicaraan.
6. Hindari hambatan personal. Jika fisioterapis sebelum komunikasi menunjukkan rasa tidak senang kepada klien, maka keadaan ini akan berdampak terhadap hasil yang didapat selama proses komunikasi.
Komunikasi Profesional DIII Fisioterapi
Komunikasi profesional merupakan mata kuliah yang membekali keterampilan berkomunikasi mahasiswa sebagai seorang fisioterapis dalam berkehidupan bermasyarakat dan/atau melakukan observasi awal dalam penanganan pasien/klien. Fokus mata kuliah ini pada proses komunikasi dengan pasien, sejawat, keluarga, tenaga kesehatan dan masyarakat yang memfasilitasi profil program studi Akademi Fisioterapi Widya Husada Semarang, yaitu pelaksana layanan teknis fisioterapis.
Rabu, 17 Mei 2017
Senin, 17 April 2017
Jenis-Jenis Komunikasi
Jenis-jenis komunikasi merupakan berbagai aktivitas yang terjadi di sekiatar kita, baik dengan teman dekat, keluarga, teman sejawat, atasan, atau dalam kelompok dengan masyarakat atau kelompok tertentu.
Jenis komunikasi berdasarkan besarnya sasaran, mencakup:
- Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.
- Komunikasi kelompok, adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.
- komunikasi perorangan (antar personal/interpersonal), adalah komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon atau sejenisnya.
- Komunikasi satu arah, pesan yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan tanpa ada kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio, acara tv, brosur, dll
- Komunikasi timbal balik atau dua arah, pesan yang disamaikan oleh komunikator dan komunikan memungkinkan adanya timbal balik, dapat berupa komunikasi antarpersonal atau komunikasi kelompok.
Jenis Komunikasi menurut perilaku, mencakup:
- Komunikasi formal, komunikasi yang terjadi diantara anggota organisasi/rumah sakit yang tata caranya telah diatur dalam struktur organisasinya, misalnya rapat kerja dalam rumah sakit, konferensi, seminar, dll.
- Komunikasi informal, komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapat pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi atau perusahaan, misalnya kabar burung, desas-desus, dll.
- Komunikasi nonformal, komunikasi yang terjadi antara komunikasi yang bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi atau dalam rumah sakit dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau rumah sakit tersebut, misalnya rapat tentang ulang tahun rumah sakit, dll.
Rabu, 12 April 2017
Macam Jenis-Jenis Komunikasi dalam Organisasi, Jaringan baik Verbal maupun Non Verbal dan Contohnya
Jenis-Jenis Komunikasi dalam suatu organisasi atau jaringan atau dalam bidang kesehatan, berdasarkan cara penyampaian informasi, meliputi: komunikasi lisan dan tertulis.
- Komunikasi Lisan
- Dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung
- Secara langsung, yaitu kedua belah pihak, antara komunikator dan komunikan, dapat bertatap muka dan tidak tidak dibatasi oleh jarak, misalnya, dialog antara fisioterapis dengan klien/pasien, wawancara atau rapat, dll.
- Secara tidak langsung, yaitu kedua belah pihak tidak saling bertatap muka dan dibatasi oleh jarak, misalnya komunikasi melalui telepon.
- Komunikasi Tertulis
- Dilaksanakan dalam bentuk surat dan dipergunakan untuk menyampaikan berita yang sifatnya singkat, jelas tetapi dipandang perlu untuk ditulis dengan maksud-maksud tertentu.
- Naskah, digunakan untuk menyampaikan berita yang sifatnya kompleks.
- Blangko, digunakan untuk mengirimkan berita dalam suatu daftar.
- Gambar atau foto, karena tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.
- Spanduk, digunakan untuk menyampaikan informasi kepada banyak orang.
(
- Pertimbangkan maksud dan tujuan komunikasi dan resiko dari komunikasi tertulis, misal tidak menimbulkan SARA, mudah dimengerti dan tidak menimbulkan pengertian yang berbeda dari yang dimaksud.
)
Berdasarkan segi kemasan pesan, komunikasi dapat dilakukan secara verbal dan non verbal.
- Komunikasi Verbal, jenis komunikasi yang paling lazim digunakan dalam pelayanan teknis seorang fisioterapis. Komunikasi verbal merupakan pertukaran informasi melalui pembicaraan dengan tatap muka. Komunikasi verbal lebih akurat dan tepat waktu, menggunakan kata-kata. Kata-kata adalah alat atau simbol yang dipakai untuk mengekspresikan ide atau perasaan, membangkitkan respon emosional, atau menguraikan obyek, observasi dan ingatan. Komunikasi verbal yang efektif harus jelas dan ringkas; menggunakan perbendaharaan kata yang mudah dimengerti komunikan; memperhatikan arti kata denotatif (arti sebenarnya) dan arti konotatif (arti tidak sebenarnya), misalnya fisioterapis harus memilih kata-kata sehingga tidak mudah untuk disalah tafsirkan, terutama sangat penting ketika menjelaskan tujuan terapi, terapi dan kondisi klien/pasien; memperhatikan kecepatan dan tempo bicara yang tepat, selaan yang tepat dapat dilakukan dengan memikirkan apa yang akan dikatakan sebalum mengucapkannya; memperhatikan ketepatan waktu untuk berkomunikasi dan minat serta kebutuhan klien; dan berikan humor untuk membantu mengurangi ketegangan dan rasa sakit yang disebabkan oleh stres dan dapat meningkatkan keberhasilan fisioterapis dalam memberikan dukungan emosional terhadap klien/pasien.
- Komunikasi Non-Verbal adalah pemindahan pesan tanpa menggunakan kata-kata. Merupakan cara yang paling meyakinkan untuk menyampaikan pesan kepada orang lain dan dapat menambah arti terhadap pesan verbal. Komunikasi non-verbal teramati pada: metakomunikasi adalah suatu komentar terhadap isi pembicaraan dan sifat hubungan antara berbicara, yaitu pesan di dalam pesan yang menyampaikan sikap dan perasaan pengirim terhadap pendengar, contoh, tersenyum ketika sedang marah; penampilan personal dapat meliputi bentuk fisik, cara berpakaian dan berhias yang menunjukkan kepribadian, status sosial, pekerjaan, agama, budaya dan konsep diri dan dapat berguna untuk membina rasa percaya terhadap klien/pasien; intonasi (nada suara); ekspresi wajah, misal terkejut, takut, marah, jijik, bahagia dan sedih; sikap tubuh dan langkah yang menggambarkan sikap, emosi, konsep diri dan keadaan fisik; dan sentuhan yang dapat menjadi bentuk kasih sayang, dukungan emosional dan perhatian. Orang yang mempertahankan kontak mata selama pembicaraan diekspresikan sebagai orang yang dapat dipercaya, dan memungkinkan untuk menjadi pengamat yang baik
Daftar Pustaka
Purba, J. M. (2003). Komunikasi dalam Keperawatan. [Online]. Tersedia di
http://library.usu.ac.id/download/fk/keperawatan-jenny.pdf. Diakses tanggal 13 April 2017.
Pengertian dan Contoh Hambatan Komunikasi secara Teknis Menurut para Ahli
Wood, J. T. (20013) menyatakan hambatan komunikasi meliputi hambatan eksternal dan internal. Hambatan Eksternal berasal dari orang-orang atau faktor lain dari luar, sedangkan hambatan internal berasal dari orang-orang atau faktor lain dari dalam diri.
Hambatan Eksternal- Kelebihan Beban Pesan. Misal, saat seorang dosen berbicara menyajikan informasi secara verbal sekaligus menunjukkan grafik dengan data statistik yang kompleks.
- Kerumitan Pesan. Semakin detil dan rumit suatu ide, semakin sulit mengikuti dan menyimpannya.
- Gangguan Lingkungan. Psikolog kognitif menemukan bahwa pemberitahuan surat elektronik, pesan instan, dan sms (media sosial) mengganggu orang dan merusak kemampuan mereka untuk mendengarkan atau fokus dengan penuh perhatian (Begley, 2009 dalam Wood, J. T., 2013). Interupsi memecah konsentrasi sehingga dapat menjadikan masalah dalam mengembalikan diri pada situasi sebelum interupsi.
Hambatan internal mencakup 4 (empat) hambatan psikologis.
- Kesibukan. Misal, saat Anda sibuk dengan pikiran dan kekhawatiran diri, maka Anda tidak dapat fokus pada apa yang orang lain katakan.
- Prasangka. Misal, pada sebuah studi terbaru oleh Levine (2004) menemukan bahwa rata-rata dokter menginterupsi pasien 23 detik setelah pasien mulai menjelaskan situasi atau kebutuhan medisnya. Ketika dokter berhenti mendengarkan, mereka berisiko tidak mendapatkan informasi yang dapat membantunya mendiagnosis dan mengobati pasien.
- Kurang usaha. Penuh perhatian adalah kerja keras -- untuk fokus terus pada komunikator, mencoba menyerap artinya, melemparkan pertanyaan, dan memberikan respons sehingga komunikator tertarik dan terlibat. Selain itu, aktivitas untuk mengontrol gangguan-gangguan dalam diri, mengawasi gangguan luar dan melawan kelelahan atau rasa lapar juga membutuhkan usaha.
- Kegagalan dalam mengakomodasi gaya mendengarkan yang berbeda. Akomodasi dalam mendengarkan dapat berupa kontak mata yang sering atau diselingi dengan percakapan atau mendengarkan dengan partisipatif, memberikan respon untuk menunjukkan ketertarikan, memberikan lebih sedikit tanda verbal dan nonverbal.
Hambatan, distorsi atau noise (gangguan) adalah "sesuatu" yang menghalangi kelancaran peralihan pesan atau informasi dari sumber kepada penerima. Gangguan dalam sistem komunikasi adalah sesuatu yang membuat pesan yang disampaikan berbeda dengan pesan yang disampaikan berbeda dengan pesan yang diterima. Gangguan dapat bersumber dari unsur-unsur komunikasi, misalnya dari komunikator, komunikan, pesan, media/saluran yang mengurangi usaha bersama untuk memberikan makna yang sama atas pesan (Liliweri, A., 2006).
Berdasarkan pengertian hambatan tersebut dapat dikatakan bahwa hambatan akan menjadi penghalang yang menyebabkan pesan yang diterima oleh komunikan tidak sama dengan komunikator.
- Fisik - berupa interferensi dengan transmisi fisik isyarat atau pesan lain, misalnya desingan mobil yang lewat, dengungan komputer, dll.
- Teknis - berupa gangguan pada alat-alat teknis (hardware atau software) sehingga kita tidak dapat berkomunikasi dengan baik.
- Psikologis - interferensi kognitif atau mental, misalnya prasangka, stereotip negatif, salah persepsi kurang percaya diri, emosi yang tidak terkendali, dll.
- Sosiologis dan antropologis - benturan antara kepentingan individu dengan nilai dan norma budaya komunitas atau masyarakat, hambatan struktur dan stratifikasi sosial, etnosentrisme, sikap diskriminatif, dll.
- Bahasa - perbedaan bahasa, perbedaan penerapan tata bahasa seperti semantik, fonem, aksen, jargon yang membuat komunikator dan komunikan memberi makna yang berlainan atas pesan.
Langganan:
Komentar (Atom)

