Jenis-Jenis Komunikasi dalam suatu organisasi atau jaringan atau dalam bidang kesehatan, berdasarkan cara penyampaian informasi, meliputi: komunikasi lisan dan tertulis.
- Komunikasi Lisan
- Dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung
- Secara langsung, yaitu kedua belah pihak, antara komunikator dan komunikan, dapat bertatap muka dan tidak tidak dibatasi oleh jarak, misalnya, dialog antara fisioterapis dengan klien/pasien, wawancara atau rapat, dll.
- Secara tidak langsung, yaitu kedua belah pihak tidak saling bertatap muka dan dibatasi oleh jarak, misalnya komunikasi melalui telepon.
- Komunikasi Tertulis
- Dilaksanakan dalam bentuk surat dan dipergunakan untuk menyampaikan berita yang sifatnya singkat, jelas tetapi dipandang perlu untuk ditulis dengan maksud-maksud tertentu.
- Naskah, digunakan untuk menyampaikan berita yang sifatnya kompleks.
- Blangko, digunakan untuk mengirimkan berita dalam suatu daftar.
- Gambar atau foto, karena tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.
- Spanduk, digunakan untuk menyampaikan informasi kepada banyak orang.
(
- Pertimbangkan maksud dan tujuan komunikasi dan resiko dari komunikasi tertulis, misal tidak menimbulkan SARA, mudah dimengerti dan tidak menimbulkan pengertian yang berbeda dari yang dimaksud.
)
Berdasarkan segi kemasan pesan, komunikasi dapat dilakukan secara verbal dan non verbal.
- Komunikasi Verbal, jenis komunikasi yang paling lazim digunakan dalam pelayanan teknis seorang fisioterapis. Komunikasi verbal merupakan pertukaran informasi melalui pembicaraan dengan tatap muka. Komunikasi verbal lebih akurat dan tepat waktu, menggunakan kata-kata. Kata-kata adalah alat atau simbol yang dipakai untuk mengekspresikan ide atau perasaan, membangkitkan respon emosional, atau menguraikan obyek, observasi dan ingatan. Komunikasi verbal yang efektif harus jelas dan ringkas; menggunakan perbendaharaan kata yang mudah dimengerti komunikan; memperhatikan arti kata denotatif (arti sebenarnya) dan arti konotatif (arti tidak sebenarnya), misalnya fisioterapis harus memilih kata-kata sehingga tidak mudah untuk disalah tafsirkan, terutama sangat penting ketika menjelaskan tujuan terapi, terapi dan kondisi klien/pasien; memperhatikan kecepatan dan tempo bicara yang tepat, selaan yang tepat dapat dilakukan dengan memikirkan apa yang akan dikatakan sebalum mengucapkannya; memperhatikan ketepatan waktu untuk berkomunikasi dan minat serta kebutuhan klien; dan berikan humor untuk membantu mengurangi ketegangan dan rasa sakit yang disebabkan oleh stres dan dapat meningkatkan keberhasilan fisioterapis dalam memberikan dukungan emosional terhadap klien/pasien.
- Komunikasi Non-Verbal adalah pemindahan pesan tanpa menggunakan kata-kata. Merupakan cara yang paling meyakinkan untuk menyampaikan pesan kepada orang lain dan dapat menambah arti terhadap pesan verbal. Komunikasi non-verbal teramati pada: metakomunikasi adalah suatu komentar terhadap isi pembicaraan dan sifat hubungan antara berbicara, yaitu pesan di dalam pesan yang menyampaikan sikap dan perasaan pengirim terhadap pendengar, contoh, tersenyum ketika sedang marah; penampilan personal dapat meliputi bentuk fisik, cara berpakaian dan berhias yang menunjukkan kepribadian, status sosial, pekerjaan, agama, budaya dan konsep diri dan dapat berguna untuk membina rasa percaya terhadap klien/pasien; intonasi (nada suara); ekspresi wajah, misal terkejut, takut, marah, jijik, bahagia dan sedih; sikap tubuh dan langkah yang menggambarkan sikap, emosi, konsep diri dan keadaan fisik; dan sentuhan yang dapat menjadi bentuk kasih sayang, dukungan emosional dan perhatian. Orang yang mempertahankan kontak mata selama pembicaraan diekspresikan sebagai orang yang dapat dipercaya, dan memungkinkan untuk menjadi pengamat yang baik
Daftar Pustaka
Purba, J. M. (2003). Komunikasi dalam Keperawatan. [Online]. Tersedia di
http://library.usu.ac.id/download/fk/keperawatan-jenny.pdf. Diakses tanggal 13 April 2017.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar